PEMBUATAN CUKA DARI LIMBAH KULIT PISANG
1
BAB I
|
1
|
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Tanaman pisang merupakan tanaman asli Asia Tenggara, bahkan dari beberapa
literatur menyebutkan bahwa pisang adalah tanaman asli dari Indonesia. Kuswanto (2003), menyebutkan bahwa pisang
adalah tanaman asli Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya berbagai
jenis pisang di hutan asli pulau yang ada di seluruh Indonesia.
Sejak dahulu kala pisang telah popular di semua
lapisan masyarakat Indonesia. Selain tumbuh sebagai tanaman liar, tanaman
pisang juga banyak dibudidayakan. Pada hakekatnya, tanaman pisang
diklasifikasikan dalam berbagai jenis. Jenis pisang tersebut memiliki nama
tersendiri berdasarkan kekhasan masing-masing. Jenis pisang yang telah familiar
seperti pisang ambon, pisang nangka, pisang mas, pisang klutuk, pisang tanduk,
pisang hias, pisang kepok dan lain-lainnya. Berbagai pisang tumbuh di
Indonesia, ada pisang konsumsi yang bisa langsung dimakan, pisang yang harus diolah terlebih dahulu sebelum
dikonsumsi, pisang berbiji, pisang serat, ada pula
tanaman pisang yang hanya dijadikan hiasan di pekarangan rumah. Semua
tanaman pisang tersebut dapat tumbuh subur di Indonesia. Terbukti hampir di setiap tempat dapat dengan mudah
ditemukan tanaman pisang, baik yang dipelihara di pekarangan rumah ataupun
tumbuh liar di pinggiran jalan
(Santoso, 1995).
Secara morfologi tanaman pisang terdiri dari daun,
batang, bonggol, bunga pisang, dan buah pisang. Organ-organ tanaman ini sudah
banyak dimanfaatkan, terutama yang paling sering dimanfaatkan yaitu buah
pisang. Buah pisang dapat dikonsumsi secara langsung, dapat pula diolah menjadi berbagai jenis olahan
makanan seperti kripik pisang, sale pisang, pisang goreng, dan lain-lain. Tentu
saja yang diolah hanya bagian
dagingnya saja, sehingga dari hasil produksi atau pengolahan tersebut
meninggalkan limbah yaitu kulit pisang (Hidayat, 2013).
B. Manfaat Penelitian
Manfaat yang
diharapkan dari penelitian ini, antara lain:
1. Bagi peneliti: memberikan pengetahuan tentang
pembuatan cuka dari limbah kulit pisang.
2. Bagi masyarakat: memberikan informasi tentang cuka kulit pisang yang bisa digunakan sebagai
bahan baku alternatif pembuatan cuka.
BAB II
PEMBAHASAN
Pisang (Musa
paradisiaca) banyak disukai oleh masyarakat Indonesia dari berbagai
kalangan, baik dari kalangan bawah hingga kalangan atas. Selain karena mudah
didapat dan harganya terjangkau, buah pisang juga mengandung gizi tinggi,
bergizi dan sebagai sumber vitamin, mineral dan juga karbohidrat. Bahkan oleh
beberapa ahli kesehatan menyarankan untuk mengkonsumsi buah ini sebagai makanan
diet pengganti karbohidrat, yang biasanya dipenuhi oleh nasi. Kandungan nutrisi
lainnya seperti serat dan vitamin dalam buah pisang seperti A, B, dan C, dapat
membantu memperlancar sistem metabolisme tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh
dari radikal bebas. Serta menjaga kondisi tetap kenyang dalam waktu lama
(Wijaya, 2013).
Di Indonesia banyak sekali industri baik rumahan maupun
pabrik yang mengolah pisang menjadi berbagai produk olahan makanan, dan tentu saja dari hasil produksi ini akan
menghasilkan limbah kulit pisang
yang sangat banyak. Dengan jumlah
produksi dan konsumsi buah pisang yang
banyak akan menghasilkan limbah kulit pisang yang banyak pula. Perbandingan
antara kulit dan daging adalah 1,2 : 1,6 sehingga perlu dipikirkan
pemanfaatannya. Limbah yang tidak dimanfaatkan dan diberdayakan dengan benar
akan menjadi sumber pencemar (Kumalaningsih, 1993).
Limbah kulit pisang biasanya hanya dibuang begitu saja atau
digunakan sebagai pakan ternak. Limbah kulit pisang merupakan limbah organik
yang mempunyai kandungan gizi yang masih dapat dimanfaatkan. Kandungan utama
yang dapat dimanfaatkan dari limbah
kulit pisang adalah karbohidrat, kandungan karbohidrat pada kulit pisang cukup tinggi yaitu 18,5%.
Seperti yang kita ketahui bahwa karbohidrat adalah bahan dasar dalam pembuatan
etanol. Sehingga salah satu upaya pemberdayaan
limbah kulit pisang yaitu dapat
digunakan sebagai bahan dasar pembuatan cuka organic. Cuka organik merupakan
cuka yang terbuat dari bahan-bahan organik. Bahan-bahan organik merupakan
bahan-bahan yang dapat diperbaharui, didaur ulang, dirombak oleh
bakteri-bakteri fermentor menjadi unsur yang dapat digunakan dalam kehidupan
manusia. Selain aman, cuka organik juga mempunyai beberapa manfaat bagi
kesehatan karena cuka yang terbuat dari bahan dasar kulit pisang ini mengandung
karbohidrat, protein, serat dan beberapa jenis vitamin. Kadar asam yang tinggi
pada cuka produksi pabrik dapat mempengaruhi keasaman darah dan dapat
mengganggu pencernaan. Selain itu, di kalangan masyarakat cuka pabrik biasanya
digunakan sebagai bahan pembersih logam dan porselen.
Cuka industri merupakan suatu cairan yang dapat digunakan untuk membersihkan
noda atau kerak yang terdapat pada
keramik kamar mandi. Namun hingga
saat ini belum ada penelitian secara ilmiah untuk membuktikan pendapat tersebut (Gunawan, 2013).
BAB III
KESIMPULAN & SARAN
A. Kesimpulan
Untuk menghindari resiko terjadinya penyakit maka,
perlu diperimbangkan untuk mengganti konsumsi cuka pabrik dengan cuka organik
berbahan dasar buah. Cuka organik dapat dimanfaatkan antara lain sebagai salah satu penyedap rasa khas
untuk masakan Indonesia, contoh ikan asam manis, asinan, acar, untuk makanan
pelengkap misalkan bakso, dan lain- lain.
B.
Saran
Bijaklah dalam mengkonsumsi cuka, karena jika dimakan sembarangan, bisa
jadi membahayakan kesehatan organ pencernaan. Jika ingin mendapatkan rasa asam
pada makanan, andabisa mengganti cuka dengan perasan lemon atau irisan mangga,
yang bisa menjadi alternative yang lebih aman bagi tubuh.
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
Gunawan, Tata. 2013. Kandungan dan Manfaat Kulit pisang. http://tanamanobatherbal.blogspot.com/2013/02/kandungan-dan-kegunaan-pisang.html.
Diakses tanggal 29 Juni 2020.
Hidayat. 2013. Manfaat
dan Kegunaan Tanaman Pisang. http://www.anakgronomy.com/2013/05/manfaat-dan-kandungan-tanaman-pisang.html.
Diakses tanggal 29 Juni 2020.
Kumalaningsih, S. 1993. System Penanganan dan Pengolahan Pisang Segar Moderen. Malang:
Selolah Tinggi Pertanian Tribhuwana.
Kuswanto. 2003. Monograf
Limbah Pisang. Jakarta: PT Gramedia.
Santoso, Hieronymus B. 1995. Cuka Pisang. Yogyakarta: Kanisius
Wijaya. 2013. Manfaat
Buah Asli Indonesia. Jakarta: PT Gramedia